20 Mei 2013

Keep One Spirit .. Okey


Jika jalan hidupmu redup atau gelap maka buatlah cahayamu sendiri dan terangi jalanmu, jangan menunggu orang lain terangi jalanmu.

By : Zhiewa Netral

Jalan Keluar Dari Segala Kesempitan & Kesedihan Dengan Istighfar


Allah Ta’ala berfirman,

وَأَنِ اسْتَغْفِرُواْ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُواْ إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُم مَّتَاعاً حَسَناً إِلَى أَجَلٍ مُّسَمًّى

“Dan hendaklah kamu meminta ampun [istighfar] kepada
Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan.” [QS. Hud: 3]

Syaikh Muhammad Amin As-Syinqiti berkata menafsirkan ayat ini,

وَالظَّاهِرُ أَنَّ الْمُرَادَ بِالْمَتَاعِ الْحَسَنِ: سَعَةُ الرِّزْقِ، وَرَغَدُ الْعَيْشِ، وَالْعَافِيَةُ فِي الدُّنْيَا، وَأَنَّ الْمُرَادَ بِالْأَجَلِ الْمُسَمَّى: الْمَوْتُ

“Pendapat terkuat tentang yang dimaksud dengan kenikmatan adalah rizki yang melimpah, kehidupan yang lapang dan keselamatan di dunia dan yang dimaksud dengan waktu yang ditentukan adalah kematian.” (Adhwa’ul Bayan 2/170, Darul Fikr, Libanon, 1415 H, Asy-Syamilah)

Rasul shallallahu’alaihiwasallam yang menunjukkan bahwa memperbanyak istighfar merupakan salah satu kunci rizki dan jalan keluar dari setiap kesedihan, dalam suatu hadits yang berbunyi:

“مَنْ أَكْثَرَ مِنْ الِاسْتِغْفَارِ؛ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ”

“Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka” [HR. Ahmad dari Ibnu Abbas dan sanadnya dinilai sahih oleh al-Hakim serta Ahmad Syakir]

Makna Cinta


Perasaan ini datang dengan sendirinya ..

Kadang cinta membawa kebahagiaan ,.

Terkadang membawa kepedihan yang mendalam ..

Hanya dengan ketulusan ..

Cinta kan datang padamu ..

Tanpa Kau Sadari , dia akan membawa - mu

-: TERBANG TINGGI :-

By : Zhiewa Netral

Bersabarlah Ketika Ujian Sedang Menerpamu Saat Ini


Banyak hal yang tak sesuai dengan keinginan mu , kemauan mu bahkan harapan mu saat ini .

Tapi entahlah .. Yang dimengerti terkadang tak mengerti .
Mencoba tuk tegar walaupun tak tegar . mencoba tuk ikhlas & tulus walaupun hati ini merasa rapuh !

By : Zhiewa Netral

Jeritan Pertama Ketika Bayi Baru Lahir Adalah Karena Tusukan Syaitan


Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata : Bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Jeritan anak ketika dilahirkan adalah (karena) tusukan dari syaitan” [Dikeluarkan oleh Al-Bukhari (3248), Muslim (15/128 Nawawi) dan At-Thabrani dalam As-Shaghir (29), dan riwayat yang lain darinya dan Ibnu HIbban (6150-6201-6202)]

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda.

“Artinya : Tidak ada seorang anakpun yang lahir melainkan syaitan menusuknya hingga menjeritlah si anak akibat tusukan syaithan itu kecuali putra Maryam (Isa) dan ibunya (Maryam)”

Kemudian Abu Hurairah berkata : Bacalah bila kalian mau (ayat yang berbunyi).

“Artinya : Dan aku meminta perlindungan untuknya kepada-Mu dan juga untuk anak keturunannya dari syaitah yang terkutuk” [Dikeluarkan oleh Al-Bukhari (3/110 –As-Sindi), Muslim (15/128 Nawawi) dan Abu Ya’la 5971]

Anak kecil ini belum mengenal dunia sedikitpun, namun syaitan sudah menyatakan permusuhan dengan menusuknya. [Lihat Syrahu Shahih Muslim oleh Imam An-Nawawi tentang hadits ini (15/129-130)]

Lalu bagaimana keadaan si anak jika ia telah dapat berbicara dan merasakan segala sesuatu. Bagaimana keadaannya jika telah bergerak syahwatnya untuk mencari dunia atau selainnya. Maka penyesatan dan upaya penyimpangan yang dilakukan syaitan ini harus dihalangi, karena itulah syari’at datang untuk melindungi manusia sejak mudanya, bahkan sejak lahir ke dunia ini hingga nanti menemui Tuhannya.

Maka siapa yang mencintai anaknya dan ingin menjaganya dari syaitan, hendaklah ia mengikuti metodenya sayyidil mursalin dan beliau bagi kita adalah sebaik-baik pemberi nasihat. Beliau sebagaimana diceritakan oleh Abu Dzar Al-ghifari Radhiyallahu ‘anhu : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggalkan kami dalam keadaan tidak ada seekor burungpun yang membolak-balikkan sayapnya di udara melainkan beliau sebutkan ilmunya kepada kami”.

Abu Dzar Radhiyallahu anhu berkata : Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Tidak ada sesuatu yang dapat mendekatkan ke surga dan menjauhkan dari neraka kecuali telah diterangkan pada kalian” [Dikeluarkan oleh Ath-Thabrani dalam Al-Kabir (1647) dan Ash-Shaghir (1/268), Ahmad dalam Al-Musnad (5/153-162) baris pertama darinya]

Termasuk upaya penjagaan terhadap anak dari gangguan syaithan adalah doa seorang suami ketika mendatangi istrinya.

Dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِىَ أَهْلَهُ قَالَ: “بِاسْمِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا“، فَإِنَّهُ إِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فِى ذَلِكَ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْطَانٌ أَبَدًا

“Jika salah seorang dari kalian (suami) ketika ingin mengumpuli istrinya, dia membaca doa: [Bismillah Allahumma jannibnaasy syaithoona wa jannibisy syaithoona maa rozaqtanaa], “Dengan (menyebut) nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezki yang Engkau anugerahkan kepada kami”, kemudian jika Allah menakdirkan (lahirnya) anak dari hubungan intim tersebut, maka setan tidak akan bisa mencelakakan anak tersebut selamanya” [HR al-Bukhari (no. 6025) dan Muslim (no. 1434)]

Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan membaca zikir/doa ini sebelum berhubungan suami istri, karena disamping mendapat pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, ini merupakan sebab selamatnya seorang bayi dari bahaya dan keburukan setan. [Lihat keterangan imam an-Nawawi dalam “Syarhu shahiihi Muslim” (5/10 dan 13/185)]

Wallahu a’lam.

Disinilah Tempat Yang Baik Untuk Meletakkan Harapan & Cintamu


Tiada kalimat yang akan terukir pada relung-relung hati ini ketika meniatkan diri untuk lebih banyak bermuhasabah, mentafakuri keberadaan diri.

Tidak satu pun dari diri ini yang layak untuk di sombongkan karena semua hanyalah milik Allah dan pasti akan kembali pada Nya, Sang Pencipta.

Ada saja cara Allah untuk menguji cinta kita untuk Nya.

Karena terkadang keimanan itu naik dan turun, bahkan lebih sering berada di standar bahkan mungkin sering berada di bawah standar yang ada. Penyakit malas-malasan menjadi sebuah fakta yang fenomenal menggerogoti hati, fikiran dan jasad.

Terkadang tiba-tiba rutinitas ibadah yang menjadi sesuatu yang biasa kita lakukan berada pada kondisi low bath, semua serba malas dan perlu di motivasi. Dari sholat yang kelewatan banyak dari adzan berkumandang, tilawah yang kurang dari biasanya dalam sehari bahkan sepekan, puasa sunnah yang di ringankan untuk ditinggalkan, amanah baca buku yang di anggur-anggurkan. Astaghfirullah. Padahal alasan cuma satu, malas.

Ada saja cara Allah untuk mencintai kita kesekian kalinya

Berada di sekeliling orang-orang sholih dan senantiasa merindukan percepatan perubahan drastis ke situasi yang lebih baik, rupanya Allah lah Maha Pemilik Hati.

Karena Allah menginginkan, tiba-tiba berada dan melihat sosok ibu yang senantiasa menyegerakan sholat setelah adzan berkumandang, membiasakan tilawah di akhir sholatnya, meletakkan sunnah di sebelum tilawahnya, dan senatiasa berdzikir di aktivitas keseharian, membuat rangkuman keterbengkalaian itu menutup rapat kemalasan yang selalu dijadikan alasan. Kembali mengulas kenikmatan-kenikamatan yang telah Allah beri di jejak-jejak kehidupannya menjadikan nilai keberuntungan ketika bertemu dengannya.

Di Sinilah Tempat yang Baik Untuk Meletakkan Harapan dan Cintamu

"Nak, tidak ada tempat sebaik kita menaruhnya hanya kepada Allah. Pada kondisi apapun, rentangkan keluasan waktu pada penuh dan senggangnya untuk meletakkan keyakinan itu pada Allah. Ibadah dan amal sholih yang kita lakukan bukanlah milik kita semata, tapi akan menjadi milik orang tua kita, milik adik-adik kita, milik keluarga kita, milik sahabat-sahabat kita, milik kaum muslimin yang ta'at pada Allah, dan kita tidak hanya sekedar membutuhkan ibadah dan amal sholih itu semata tapi ibadah dan amal sholih itu adalah hadiah dari Allah, karena memberi kesempatan pada kita untuk memperbaiki diri."

"Nak, mintalah pada Allah apa yang engkau inginkan, banyaklah menaruh harapan dan cinta pada tempat yang semestinya, makhluk dan semua yang ada di muka bumi ini adalah sarana perantara untuk mempermudah kita, tapi sungguh yang Maha Memudahkan itu hanyalah Allah."

"Nak, Perbanyaklah dzikirmu pada Allah di saat sempit dan lapangmu, karena Allah akan mengingatmu dengan secepat kau inginkan."

"Nak, di saat sakit, lepaskan keluh kesahmu pada Allah, bukan pada kesia-siaan lisanmu. Perbanyak permintaan ampunan padaNya, karena saat sakit Allah justru menguji kita dengan keimanan kita padaNya pada porsi yang lebih. Jagalah tauhidmu dengan baik pada saat sakit"

"Nak, pada ilmu dan keberuntungan yang Allah beri padamu, itu hanyalah titipan. Pergunakan dan manfaatkanlah untuk agama ummat Muhammad, maka akan mengalirlah kebaikan dan keberkahan itu untuk semua orang yang kau cintai, orang-orang yang membesarkanmu, orang-orang yang mencintaimu."

"Nak, janganlah kamu menjadi anak yang justru mempermudah masuknya orang tua mu masuk neraka."

"Nak, ....karena di sinilah (Allah), tempat terbaik untuk meletakkan harapan dan cintamu."